Becarefull with your money
May 12, 2008
Kemarin waktu reuni ama anak-anak smaku, ada salah seorang temen yg menanyakan masalah modal dan keuangan ke saya..Ok inti pertanyaannya adalah bagaimana caranya dengan uang saya ini agar bisa menghasilkan berlipat2 jumlahnya dengan cara yg mudah dan relatif singkat? Huff, saya tidak langsung menjawab, tetapi cuman ngelus dada..
Kok ya masih ada juga orang yg kaya gitu? Apa2 pengen cepet..Jadi ceritanya dia itu ditawarin untuk melakukan investasi di sebuah koperasi yang berani menjanjikan tingkat bunga yang jauh lebih besar daripada bank, jadi semacam deposito dimana tingkat bunganya kalau menurut saya sangat berani, nah temen saya ini kayaknya tertarik dengan ajakan tersebut.
Jadi klo menurut saya, adalah sesuatu yang aneh jika koperasi itu menjanjikan tingkat bunga deposito melebihi bank. Kalau memang berani kenapa tidak membuka bank sekalian? Kenapa harus koperasi? Jawaban teman saya simpel karena kalau buka bank tidak bisa menembus tingkat bunga sekian (sengaja saya tidak sebutkan). Hmm..Jadi tambah aneh kan? Dalam hati saya memikirkan kemungkinan kenapa koperasi tersebut berani mengeluarkan tingkat bunga yang melebihi bank, jawabannya ternyata uang dari masing2 investor itu nantinya akan diolah oleh pemiliknya entah itu mungkin bermain saham, forex, atau apalah. Memang, ada kemungkinan uang itu aman, tetapi kalau menurut saya jauh lebih tinggi tingkat resikonya daripada keuntungannya.
Resiko dalam bisnis dan potensi pendapatan bisnis tersebut adalah sesuatu yang seharusnya seimbang. Kalau resiko tinggi maka potensi penghasilannya tentunya juga tinggi kan? Kalau salah satu tidak seimbang, berarti ada ’sesuatu’ yg aneh. Menurut saya, kemungkinan besar pemilik koperasi tersebut adalah pernah sukses bermain saham, forex atau mungkin lainnya. Nah disinilah psikologis orang akan bermain.
Kalau dengan modal sekian saya bisa sukses..berarti dengan modal yg lebih besar saya pasti akan lebih sukses (dengan catatan langkah dan caranya sama).
Bisnis, keuangan, manajemen, tidak melulu soal perhitungan angka dan statistik. Tetapi ada juga pengaruh psikologis. Kondisi psikologis di atas adalah yang pertama. Kedua adalah seseorang akan mengalami suatu efek kaget jika menerima modal/uang melebihi apa yang dia pikirkan. Jika pemilik uang itu sendiri kaget dengan apa yg dia terima, kemungkinan besar dia justru akan melakukan tindakan-tindakan bodoh atau mungkin sembarangan dalam memutuskan/memecahkan suatu masalah, dan saya yakin akibatnya akan sangat fatal sekali (wuih mantep amat
).
Bisnis perputaran uang (ini sebutan saya untuk bisnis saham,forex, dan lainnya yg sejenis), menurut saya adakan sangat merugikan kalau hanya dalam jumlah yg kecil dan akan aman dalam jumlah yang besar. Kenapa? Semakin besar kemampuan uang kita, kita akan mempunyai kontrol yang lebih besar pula. Contohnya adalah kalau kita ingin membeli saham. Pemilik 10 lembar saham tentunya tidak mempunyai kontrol apa2 kan terhadap uangnya? Tetapi kalau pemiik 10 milyar lembar saham, pemiliknya akan mempunyai pengaruh terhadap manajemen perusahaan tersebut, dengan demikian dia juga mempunyai kontrol terhadap uangnya.
Investor-investor terkenal di dunia, tidak sukses karena dia mempunyai uang yg sangat banyak, tetapi mereka sukses karena mereka mempunyai kontrol terhadap uangnya. Dengan kata lain, mereka tidak hanya memberikan uang mereka ke suatu perusahaan dan hanya melihat serta berharap saham naik, tetapi mereka juga aktif dalam mengawasi,serta turut memberikan suara/pendapat dalam keputusan manajemen perusahaan tersebut.
Begitu juga dengan forex. Kata teman saya (ini katanya lho), seseorang baru akan merasa aman di dunia forex ketika dia mempunyai uang dalam jumlah 10 milyar us dollar (wuiih) karena apa? Karena baru dengan duit segitu banyaknya tadi, dia akan mampu mengontrol harga.
Well, jadi kesimpulannya disini adalah kalau kita hanya mempunyai uang sedikit (puluhan s/d ratusan juta) mending untuk usaha. Dan kalau untuk kegiatan investasi mending minimal mempunyai 1 Milyar, walaupun pada kenyataannya dengan uang 1M pun kita belum bisa ngapa2in juga sih.
Ada yg punya saran/ilmu/pendapat/kritik? Tetapi please jgn makian
Entry Filed under: Pemikiran. Tags: bank, investasi, investor, koperasi, milyar, money.
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
tipis | May 12, 2008 at 9:18 am
koperasi model gitu udah kebukti banyak yg nipu. mending dagang, dagang adalah bisnis paling barokah (kl caranya sesuai tuntunan Rosululloh). dan ingat dalam berbisnis utamakan faktor barokah ini, halal dan haramnya. jgn sampai dapat untung besar tapi tidak halal trus dimakan oleh anak istri kita, apa gak haram semua jadinya. tul gak bos???
(sok ustadz mode ON)
2.
Forum Investor | May 13, 2008 at 6:09 am
Saya setuju bahwa investasi dengan return yang tinggi pasti diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Jadi bila anda tertarik,investasi ini boleh anda lakukan tapi hanya dengan sebagian kecil uang anda.
3.
wox | May 16, 2008 at 6:16 am
betul,main invest mending kalo dah punya modal gede, kalo masih main receh mending buat usaha offline yg nyata2 untungnya ajah,kaya buka warung deket kampus dsb, kalo bisa usaha online lebih mending lagi, hehe… ikhtiar tu penting tapi lebih penting lagi berhati2 terhadap orang2 yang mau menggombali kita dengan mimpi2 semu… wakakak… gak ada kaya dengan mudah dan cepat…